Archive for November, 2008

21
Nov
08

Ada Apa Dengan Diriku

Cita-cita adalah mimpi yang bertanggal.
Kemudian, pastikanlah bahwa cita-cita itu didukung oleh kemampuan-kemampuan yang dibutuhkannya untuk menjadi kenyataan. Dan, cara terbaik untuk mewujudkan impian karir atau usaha kita menjadi sebuah kenyataan – adalah bangun dari tidur dan memulai sesuatu.
Maka sadarilah, hanya memiliki semangat saja tidaklah cukup, karena kesungguhan adalah pembuktian dalam tindakan – dari sebuah ketertarikan yang kuat untuk berhasil. Sehingga membuat Anda melihat banyak kesempatan untuk mencapai keberhasilan. Bila  Anda cepat melihat kesempatan dan selalu mengupayakan penyelesaian terbaik dari apapun yang Anda hadapi, Anda akan tampil sangat berbakat.
Segera rancanglah pikiran Anda, perasaan Anda, sikap Anda, dan rancanglah cara-cara Anda.
Anda akan menajamkan fokus dari penggunaan semua kekuatan Anda.
Semakin banyak yang kita inginkan, akan semakin banyak yang hanya tinggal menjadi keinginan. Mulai hari ini, Anda akan mengutamakan satu keinginan saja. Akan Anda pilih dari milyaran keinginan Anda itu – satu keinginan yang pencapaiannya menghasilkan pemuasan bagi semua keinginan Anda. Lalu Anda berfokus pada yang satu itu.

“MarioTeguh”

21
Nov
08

Bagaimana Cara Menyampaikan Kejujuran Yang Benar

Bila Anda telah membiasakan diri dengan jalan-jalan yang tulus dan ikhlas, Anda akan berbahagia menemukan diri Anda berada dalam pergaulan yang jujur.
Hormat kepada diri sendiri adalah pembentuk keberanian pribadi yang sebenarnya.
Mohon Anda ingat bahwa keefektifan pribadi adalah penyeimbang bagi perbedaan antar pribadi.
Seseorang bersahaja yang mudah disetujui, akan selalu mengalahkan orang besar yang diragukan, kapanpun , dimanapun, dan tentang apapun. Maka jadikanlah diri Anda pribadi yang mudah disetujui.
Jika Anda khawatir sadarilah bahwa, yang disebut kekhawatiran itu, datang dari perasaan mengenai kurangnya kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan kita. Maka bersegeralah untuk memastikan bahwa kemampuan kita seimbang dengan keharusan-keharusan kita.
Jadikanlah kesadaran mengenai keharusan untuk mendatangkan perbedaan yang bernilai bagi orang lain, sebagai cara untuk mengenali diri Anda dan untuk mengerti arah dari kehidupan Anda.

“MarioTeguh”

21
Nov
08

Apa Yang Menjadikan Dihargai Dan Dihormati Orang Lain

Pengertian yang berbeda pada kata dihargai serta dihormati. Dihargai berarti diberikan harga, yaitu berapa jumlah uang yang dibayarkan orang lain atas pelayanan yang kita berikan. Sedangkan dihormati berkaitan dengan sikap santun yang kita terima dari orang lain.

Mohon diperhatikan bahwa tanda pertama bahwa Anda menghormati orang lain, adalah kualitas hormat Anda kepada diri sendiri.

Pakaian terbaik bagi kita, bukanlah sesuatu yang bisa dibeli, tetapi yang harus dibangun sepanjang waktu dalam pribadi yang bernilai. Dan pakaian itu disebut kerendahan hati.

Tetapi hati yang mendasar seperti itu tidak mudah dilihat; sehingga sebagai gantinya, orang memperhatikan perilaku Anda. Dengan itu, pakaian terbaik Anda adalah perilaku yang santun.

Ingatlah juga bahwa kita, Anda dan saya, dinilai dari bagaimana kita memperlakukan mereka yang kecil dan yang membutuhkan bantuan di sekitar kita.

Upaya menuntut penghormatan sering mengalahkan upaya untuk menjadi pantas dihormati.

Maka jadikanlah diri ini pantas dihormati. Lebih baik orang bertanya mengapa mereka tidak menamakan sebuah jalan bagi kita; daripada mereka bertanya-tanya mengapa nama kita menjadi nama sebuah jalan.

“MarioTeguh”

21
Nov
08

Keyakinan Terhadap Masa Depan

Bila Anda ingin mengenal masa lalu Anda, kenalilah keadaan Anda sekarang. Bila Anda ingin mengetahui masa depan Anda, perhatikanlah yang Anda sedang kerjakan sekarang. Keadaan Anda hari ini adalah hasil dari cara-cara yang Anda gunakan di masa lalu. Bila hari ini Anda masih menggunakan cara-cara Anda di masa lalu, maka masa depan Anda hanya akan menjadi seperti keadaan Anda hari ini.
Anda dapat meningkatkan kualitas hidup Anda, dengan meningkatkan kualitas dari cara-cara Anda. Dan perbaikan pada cara-cara Anda, bisa dicapai dengan mengambil pelajaran dari yang sedang terjadi dalam waktu Anda sekarang. Dan dengannya, Anda akan segera meninggalkan hal-hal yang tidak berguna.
Persiapan yang terbaik bagi masa depan adalah penyelesaian terbaik dari tugas­tugas kita hari ini. Mungkin  karena  tidak  melihat hubungan antara apa yang sedang dikerjakannya hari  ini, dengan apa yang  bisa  dicapainya  di masa  depan, ada orang yang menyepelekan pekerjaan-pekerjaan kecil. Padahal,  semua  hasil  besar adalah  rangkaian  cantik  dari  hasil­hasil  kecil  yang  dikumpulkan  sepanjang hari-hari kerja kita.
Maka, bila sulit bagi Anda untuk melihat  sebuah masa  depan  yang cemerlang, tetapkanlah pandangan Anda kepada apa pun yang sedang Anda kerjakan, dan perlakukanlah  ia seperti  hidup  Anda  betul-betul bergantung padanya. Bila Anda menjadikan sikap  itu sebagai  bagian  dari mesin  pribadi Anda,  Anda  akan  terkejutkan  dengan  bagaimana  cepatnya  Anda mencapai keadaan yang Anda impi­impikan  itu.

“MarioTeguh”

21
Nov
08

Sikap Seorang pemimpin

Pertama, kita semua membutuhkan penyerahan diri kepada seseorang yang bisa memaksimalkan penggunaan potensi pribadi kita untuk pencapaian kualitas-kualitas hasil yang tidak mungkin dicapai tanpa tuntunan dari pribadi tersebut. Dan orang itu, siapa pun dia – ada atau tidak ada, kenal atau tidak, tua atau mudah, dekat atau jauh, se-keyakinan atau tidak – dia adalah pemimpin bagi kita.

Kedua, sang pemimpin tidak harus memiliki – apalagi menguasai dengan keahlian yang lebih tinggi daripada kita, untuk memberikan tuntunan – karena kompetensi untuk pencapaian hasil itu sudah ada pada diri kita. Bila dia yang melaksanakan tugas kita untuk menjadikan kita pribadi-pribadi super – maka dia bukan seorang pemimpin, tetapi seorang pembantu atau pendukung tenaga.

Ketiga, sang pemimpin harus memiliki kualitas pribadi yang pantas untuk menerima penyerahan diri kita itu; entah karena pendidikan, pengalaman, atau kualitas-kualitas lain, tetapi yang akan melontarkan kita ke tempat-tempat yang bahkan bisa saja lebih tinggi dari posisi yang pernah dicapai oleh sang pemimpin.

Keempat, sang pemimpin harus memiliki sudut pandang yang adil dan ikhlas mengenai hak Anda untuk mencapai keberhasilan, yang bahkan lebih tinggi dari yang pernah dicapainya.

Kelima, sang pemimpin tidak berupaya untuk menjadikan yang dipimpinnya merasa berhutang budi atas kepemimpinannya; karena keberhasilan yang dipimpinnya hanya dimungkinkan oleh kompetensi dari yang dipimpin; dan bahwa kontribusi kepemimpinannya adalah sebuah tugas yang sudah terbayarkan dengan kemuliaan menerima penugasan untuk menjadikan pribadi-pribadi lain sebagai pribadi-pribadi yang mencapai potensi terbaik mereka.

“MarioTeguh”