Ketika bencana terjadi nun jauh disana. kita ikut merasakan kesedihan yang mereka alami. Kita juga bergegas melakukan apa yang bisa kita lakukan, untuk membantu meringankan beban mereka. Satu sudut hati kita juga mengucapkan syukur, kita bahagia, bahwa bencana itu tidak menimpa kita.
Tetapi jika kondisi lain yang terjadi, apakah kita juga tetap mengucapkan syukur ketika kita tidak memiliki apa yang orang lain miliki? Terlalu sering kita berfikir (dan bersedih) tentang apa yang tidak kita miliki dan apa yang tidak kita dapatkan, kita membandingkan apa yang telah dimiliki dan dapatkan oleh teman, tetangga, saudara, dan siapapun, baik yang kita kenal ataupun tidak.
Orang bijak berkata, bahwa sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang mampu menghargai apa yang mereka miliki dan tidak pernah risau terhadap apa yang orang lain miliki. Menghargai apa yang kita miliki dari hasil perjuangan, apapun itu, adalah salah satu cara untuk menikmati hidup, dan merasakan kebahagiaan.
Memiliki lebih banyak tidak menjamin seseorang lebih bahagia. “People who have the most are only as likely to be happy as those who have the least. People who like what they have, however, are twice as likely to be happy as those who actally have the most.”
Inspirations by bunda Kokom Kumala. Thx u so much Bunda ..




